batu combong
larangan berhubungan intim

Tradisi Jawa menyarankan agar berhubungan intim tidak melanggar adat yang dijaga. Hal yang menyebabkan hadirnya manusia-manusia yang kurang berbudaya adalah karena sikap yang tidak sesuai kaidah dan tatanan menurut para leluhur di Jawa. Kaidah yang dimaksud adalah proses hubungan intim yang kurang berakhlak atau sebut saja kurang dipersiapkan.

Maksudnya kurang dipersiapkan adalah dalam proses hubungan intim ada larangan yang tidak dihindari.

Dalam tradisi Jawa, bahkan tidak hanya tradisi Jawa. Cerita Wayang kulit yang dikarang oleh walisongo, menjelaskan tentang bahwa proses pembentuka sel sperma atau kelahiran menjadi sesuatu yang penting. Kalau ada kekeliruan bisa mengakibatkan bahaya di masa depan si jabang bayi.

Kisah-kisah pewayangan yang menggambarkan kekeliruan itu antara lain ialah wedharing kawruh sangkan paraning dumadi (uraian pengetahuan tentang awal mula kehidupan) dalam lakon ‘Bima Mencari Tirta Perwita Suci’ yang mengajarkan inti falsafah kehidupan.

Beragam kisah ini menjadi contoh jelas bahwa konsep spiritual tentang nikah rohiah diharapkan dapat menurunkan generasi penerus yang berkualitas.

Sepasang manusia sudah menyiapkan diri secara total dalam olah rasa, karsa dan ciptanya pada waktu menjelang (saat dan sesudah) melakukan hubungan intim atau penyatuan raga dan jiwa yang telah diikrarkan dalam bentuk nikah jasmani (upacara pernikahan) untuk mendapatkan keturunan dan generasi yang bermutu.

batu combong

Artikel terkait:


Berikut larangan ketika berhubungan intim:

Tidak melakukan hubungan intim melalui dhubur (Anus)
Dikhawatirkan jika ini terjadi, akan menyebabkan penyakit. Dalam sudut pandang agama Islam, Budha juga sangat dilarang melakukan hubungan intim melalui dhubur.

BACA:  Lama Jomblo?, Guncangkan Saja dengan Buka Aura Arjuna Seta

Tidak melakukan hubungan intim pada saat istri menstruasi
Kenapa hubungan intim pada saat istri menstruasi dilarang? , Jika ini terjadi, dikhawatirkan akan berpengaruh pada keturuan. Karena pada saat istri mestruasi, hormon istri sangat tidak stabil. Istri dalam berada gejolak emosi yang tidak stabil. Padahal ketika hubungan intim dibutuhkan perasaan yang saling rela dan senang. 
Selain itu yang perlu digaris bawahi, jika antar pasangan memiliki hasrat yang tinggi, nanti juga akan berpengaruh pada keturunan. Keturunan itu bisa baik jika proses pembentukannya juga dilakukan di tempat yang bersih dan saling rela serta menjaga akhlak.


Ada yang Ingin Anda Tanyakan? Konsultasikan Permasalahan Anda Dengan Mbah Nasir :

Atau Hubungi Admin Nadia Untuk Mendapatkan Azimat yang Anda Inginkan :

Bagikan Ke :
batu combong
error: Content is protected !!