Hukum Ziarah Kubur – Ziarah kubur merupakan salah satu ritualistik umat islam atau dikenal dengan istilah lain nyekar. Ziarah kubur bukan hanya sekedar mengunjungi kuburan dan berdoa di dalamnya, namun juga memiliki makna dan hikmah tersendiri.

Pada awalnya, ziarah kubur adalah bentuk ibadah yang dilarang atau diharamkan. Hal ini disebabkan masyarakat arab saat itu masih belum berkembang pemikirannya dan keimanannya. Sedangkan di masyarakat kepercayaan terhadap hal ghaib dan mistis yang bisa membawa kesyirikan masih tersebar luas.

Namun seiring berkembangnya pengetahuan dan keimanan masyarakat umum di zaman modern saat ini. Hukum berziarah mulai jelas dengan turunnya Hadits-hadits mengenai berziarah kubur.

Hadits Berziarah Kubur

Mengenai ziarah kubur terdapat beberapa hadist yang membicarakan mengenai hal tersebut.

1. Rasulullah Memperbolehkan Ziarah Kubur

Hadits Buraidah bin Al-Hushaib radhiyallâhu ‘anhu dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallam beliau bersabda,

”Sesungguhnya aku pernah melarang kalian untuk menziarahi kubur, maka (sekarang) ziarahilah kuburan.”  (HR Imam Muslim dan Abu Daud)

Perubahan masyarakat jahiliah menjadi masyarakat yang lebih rasional dan madani tentu terjadi setelah nilai-nilai ketauhidan disampaikan oleh Rasulullah. Pasca itu, masyarakat bisa lebih menilai mana yang benar dan tidak serta tidak sembarangan mempercayai atau mengkeramatkan benda mati ataupun patung.

2. Ziarah Kubur Mengingat Hari Akhir

Sebab ziarah kubur itu akan mengingatkan pada hari akhirat.” (HR Imam Al Baihaqy, Imam Nasai, dan Imam Ahmad)

Dari hadist diataspun dapat diketahui bahwa ziarah kubur dapat mengingatkan kita terhadap kematian. Di zaman yang semakin dekat dengan ciri-ciri akhir zaman atau tanda-tanda kiamat ini, tentu sangat membutuhkan untuk manusia (khususnya seorang muslim) mengingat kematian agar tidak terlena dengan kebahagiaan dunia serta bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapinya.

Sumber – Dalamislam.com

Meskipun sumber ilmu pengetahuan sudah sangat beredar kuat di zaman modern saat ini. Namun terkadang masih ada juga masyarakat yang memiliki pemikiran primitif. Misalnya,

  • Berziarah untuk meminta hal-hal lain selain kepada sang pencipta
  • Menggunakan Kuburan sebagai tempat untuk mencari kekayaan
  • dan lain-lan….

Maka dari itu, dalam ajaran Islam ada sebuah Syarat ketika berziarah kubur yang harus dipahami oleh para peziarah.

Syarat Ziarah Kubur

1. Dilarang Menganggap Kuburan Sebagai Benda Keramat

Dalam ziarah kubur dilarang seorang muslim akhirnya memiliki anggapan bahwa kuburan atau mayit memiliki ilmu supranatural yang mana bisa menolong orang yang hidup.

2.  Dilarang Meminta Doa atau Permohonan kepada Orang yang Sudah meninggal

Seorang muslim berziarah sejatinya tujuan utamanya adalah mendoakan orang yang sudah meninggal sudah di terangkan kuburnya. Bukan malah memanjatkan permohonan untuk terkabulnya suatu hal.

Hal seperti ini masih banyak sekali terjadi dikalangan masyarakat umum. Terlebih ketika mereka berziarah ke makam-makan wali. Meskipun kita berziarah ke makam wali, namun tujuan kita tetaplah untuk mendoakan arwahnya, BUKAN memanjatkan permohonan.

Jika Anda suka dengan konten yang ditampilkan dalam situs Mahaspiritual.com sampaikan. Silahkan Klik Share di bawah ini, dan bagikan kepada teman-teman Anda. Mari kita bangun website ini untuk memberikan edukasi dan pengetahuan yang luas untuk semuanya.

Editor – Tim Maha Spiritual

Bagikan Ke :